Di zaman Rasulullah tersebutlah seorang pemuda berusia tujuh belas tahun yang bernama Saad bin Abi Waqqash. Suatu hari pemuda itu berkata, "Pada suatu malam, di tahun ini, saya bermimpi seolah-olah tenggelam di dalam kegelapan yang bertumpuk-tumpuk. Ketika saya terbenam di dalam kegelapan itu, tiba-tiba ada cahaya bulan yang menerangiku. Saya kemudian mengikuti arah cahaya itu dan saya dapati di
Manakala siang telah muncul, saya mendengar suara dakwah Muhammad saw. kepada Islam. Saya meyakini bahwa saya sekarang berada di dalam kegelapan dan dakwah Muhammad saw. adalah cahaya itu. Maka, saya pun mendatangi Muhammad dan aku dapati orang-orang yang kujumpai dalam mimpi, ada di samping beliau. Maka, aku pun masuk Islam.
Tatkala ibu Sa'ad mengetahui hal ini, dia mogok makan dan minum, padahal Sa'ad sangat berbakti kepadanya sehinga dia merayunya setiap waktu mengharapkannya untuk mau makan walau hanya sedikit, tapi ibunya menolak. Manakala Sa'ad melihat ibunya tetap teguh berpendirian, dia berkata kepadanya, "Wahai ibu! Sesungguhnya saya sangat cinta kepadamu, namun saya lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya. Demi Allah, seadainya engkau mempunyai seratus nyawa lalu keluar dari dirimu satu persatu, aku tidak akan meninggalkan agamaku ini demi apapun juga."
Tatkala sang ibu melihat keteguhan hati anaknya, dia pun menyerah lalu kembali makan dan minum meskipun tidak suka. Allah kemudian menurunkan ayat tentang mereka yang artinya, "Jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kaum mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik." (Luqmaan: 15)
Maha Benar Allah yang Maha Agung.
Sumber: Asyabalunal 'Ulama (65 Kisah Teladan Pemuda Islam Brilian), Muhammad Sulthan.

SPONSOR
Monday, November 24, 2008
Kisah Keislaman Saad bin Abi Waqqash
Sunday, November 23, 2008
Tips Praktis Menikmati Musibah
Ketika terjadi musibah yang harus di lakukan oleh seoarang muslim adalah Muhasabah diri (Evaluasi Diri), Apakah musibah ini merupakan Ujian dari Allah Swt Sebagai sarana untuk meningkatakan keimannan kita? Atau musibah ini merupakan teguran dari Allah SWT Atas kesalahan yang kita lakukan di Bumi Allah ini. Muhasabah ini sangat penting agar kita mengetahui kesalahan-kesalahan yang pernah kita lakukan, dan di harapkan setelah bermuhasabah diri maka kata akan lebih baik kembali dalam bertindak kearah selanjutnya
2. Menerima Dengan Ridho
Ketika musibah dateng maka terimalah dengan hati yang Ridho, karena dengan keridhoan itu akan membuat hati menjadi tenang, pikiran menjadi jernih dan lapang untuk menemukan solusi. Sikap Ridho juga akan mendatang keridhoan serta rahmat dari Allah SWT.
Friman Allah QS. At Taubah : 59
Artinya”Jikalau mereka sungguh-sungguh ridha dengan apa yang diberikan Allah dan RasulNya kepada mereka, dan berkata: "Cukuplah Allah bagi Kami, Allah akan memberikan sebagian dari karunia-Nya dan demikian (pula) Rasul-Nya, Sesungguhnya Kami adalah orang-orang yang berharap kepada Allah," (tentulah yang demikian itu lebih baik bagi mereka).”
3. Bersabar
Musibah itu selalu terasa pahit dan tidak menyenangkan, tetapi bagi orang yang sabar akan berusaha untuk berusaha menahan perasaan pahit itu dengan keteguhan hati dan berusaha untuk tidak mengeluh. Karena bagi orang yang sabar maka Allah SWT akan menyediakan Rahmatnya
Firman Allah QS Al baqarah : 155-157
Artinya”Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun"[. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk
4. Bertaubat Jika Bersalah
Adakalanya Allah SWT memberikan musibah ini karena kesalahan yang kita lakukan maka ketika kita menyadari kesalahn itu maka segeralah memohon ampun kepada Allah SWT dengan taubatan nasuha. Dan bermujahadah supaya tidak mengulangi kesalahan itu.
5. Memahani Sunatullah
Boleh jadi ibadah kita sudah baik, akhlak juga sudah baik, tetapi perilaku kita terhadap lingkungan di sekita kita tidak sesuai dengan sunatullah, maka musibah pun akan Tetap datang. Kita harus memperbaiki perilaku kita agar tidak bertentangan dengan sunatullah.
6. Bersyukur
Serorang mukmin yang yang memiliki kualitas iman yang tinggi bukan saja menerima musibah dengan sabar serta ridha, bahkan dia akan dapat bersyukur. Dia menyadari betapa kecilnya musibah yang diterimanya di bandingkan dengan musibah yang di terima oleh Rasulullah dan para sahabat dan hal ini akan membuat di terus bersyukur karena merasa Allah SWT masih sayang padanya.
7. Tetap Optimis
Tidak ada alasan untuk berputus asa. Hari esok lebih baik selalu terbuka, di dalam kesukaran pasti ada kemudahan itu sudah merupakan Janji Allah.
Firman Allah QS. 94 : 5-6
Artinya”karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”
8. Mendekatkan Diri Kepada Allah
Puncak semua ikhtiar yang kita lakukan dalam menghadapi musibah itu dengan sebaik-baiknya adalah dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kita sadar bahwa Allah mencintai dan menyayangi kita. Maka apapun yang di berikan, kita tidak bisa akan menolaknya, dan kita akan tetap setia untuk mencintain-NYA dan mentaati perintah-NYA serta meninggalkan semua larangan-NYA
Sumber : Majalah Hidayatullah
Feminisme koq..salah kaprah?
Feminisme rasanya tidak asing lagi di telinga kita. Adalah gerakan yang diawali oleh persepsi tentang ketimpangan posisi keperempuanan. Kartini -pahlawan
Tapi kemudian Feminisme, yang semula lahir sebagai gerakan yang membela kaum wanita dalam meningkatkan harga diri wanita yang ingin dinilai sesuai dengan potensinya sebagai manusia tanpa harus memandang gender, kemudian mulai disalahartikan. Ingin menaikan harga diri tapi malah menjatuhkan (harga) diri sendiri.
Sedikit cerita, di Austria kesalahpahaman mengenai arti kata “Feminisme”, membuat bocah 14 tahun mau bertukar pasangan 3 kali dalam sehari. Ketika ditanya alasannya, kemudian ia menerangkan “Boys can do it, then why we can`t…saya merasa bangga bisa menaklukan 3 orang cowok dalam sehari. Dan diantara mereka tidak perlu ada yang tahu satu dengan lainnya. Itu
Di belahan negara lainnya, seorang wanita menuntut persamaan toilet, karena wanita diyakini juga dapat (maaf) kencing berdiri seperti halnya pria. Saya juga pernah mendengar adanya gerakan “Feminisme bertelanjang dada” dan “gerakan pembakaran BH”.
Feminisme kemudian disalahartikan oleh kaum wanita itu sendiri. Banyak wanita yang menjadi korban salah kaprah ini. Ironis sekali, Feminisme yang terlahir sebagai cita-cita mulia para wanita pendahulu, kemudian berubah menjadi kemerosotan harga diri seorang wanita, yang lucunya - namun juga menyedihkan – si wanita itu sendiri tidak menyadarinya. Menyadari bahwa ia telah menjatuhkan harga dirinya.
Di Indonesia sendiri? Virginitas bagi wanita
Kerancuan anggapan mengenai “Feminisme” inilah yang perlu dibenahi.Anggapan yang kemudian menggeser tradisi dan budaya yang kita banggakan dengan budaya kiriman yang baru (Western).
Hal lain! Menurut pengamatan yang saya lakukan, rupanya di
Dan alasan lainnya, tentu saja “cowok juga ngerokok kok… kenapa kita-kita gak boleh??” Padahal tidak perlu di jelaskan lagi, semua yang saya jabarkan di atas (termasuk rokok), tak lain akan merugikan kaum wanita itu sendiri.
Sebodoh itukah wanita-wanita sekarang? “Feminisme”(radikal) telah menutup mata hati mereka untuk melihat kerugian yang mereka alami. Sebodoh itukah? Padahal banyak diantara mereka yang mengeyam pendidikan dan pengajaran.
Bukan saatnya kita berdebat apakah karena saking bodohnya mereka atau saking pintarnya. Saatnya sekarang wanita-wanita bangkit memperjuangkan Feminisme yang sebenarnya. Bagi wanita-wanita yang sudah telanjur pada kesalahan yang tidak ‘disengaja’ tadi, bangkitlah dari keterpurukan. Bagi wanita-wanita yang mampu melihat fenomena ini, bantulah untuk bangkit. Kita harus benar-benar bersatu.
O ya! Bagaimana kalau saya ajak anda-anda berpikir sebaliknya? Kalau selama ini wanita selalu saja dituntut untuk menjaga budaya ketimuran (yang semula dirasa menguntungkan kaum pria), hingga akhirnya muncul yang namanya “Feminisme”yang kemudian disalah-artikan, dan menyebabkan serba salah. Bagaimana kalau sekarang kita yang menuntut mereka-kaum pria-red- untuk tidak hanya menuntut keperawanan, tapi mereka juga harus menjaganya (keperjakaan) juga.
Kita sudah terlalu sering mengikuti mereka, bahkan membuat mereka menjadi satu acuan kesetaraan. Bagaimana kalau sekarang, mereka mengikuti kita? Harus dimengerti memang, kalau wanita perawan sekarang sangat jarang ditemui. Oleh karena itu pria sebaiknya tak usah mempermasalahkan Virginitas wanita(biarkan kaum wanita itu sendiri yang mempermasalahkan dan mencari solusi bagi dirinya). Pria sebaiknya lebih menghargai wanita, baik ia virgin (apalagi) atau tidak virgin (apa boleh buat). Toh selama ini wanita selalu menghargai pria tanpa memandang Virgin atau tidaknya.
Dan sekali lagi, jangan hanya menuntut wanita untuk menjaga kaidah-kaidah ketimuran. Pria juga wajib menjaga dong (pahala), sebagaimana kaidah-kaidah keagamaan. Selama ini wanita dituntut untuk lebih mengerti dan mau menjaga. Pria? Rasanya tidak ada tuntut yang seperti itu dalam hal ini.
Mengenai rokok? Katakan saja ”Ngertilah....hari gini gitu loh..(zaman sekarang). Kalian-pria-red- juga jangan ngerokok dong.. jangan cuma bisa ngelarang doang”. Kenapa saya katakan zaman sekarang? Zaman yang udah berubah mau gak mau harus kita terima sementara, sebelum kita benar-benar mengubahnya.
Bagaimana? Siap untuk merubahnya wanita-wanita? Memperjuangkan hak-hak wanita yang sebenarnya? Anda yang tahu jawabannya. Anda juga yang lebih tahu caranya.
http://www.dudung.net/artikel-bebas/feminisme-koqsalah-kaprah.html
Saturday, November 22, 2008
Orang Beriman Akan di Uji
Segala puji hanya milik Allah Swt, Rabb semesta alam yang telah melimpahkan rahmat dan rizkinya serta hidayahnya sehingga kita masih bisa menikmati keindahan bumi allah dan kita masih bisa beribadah kepada Allah SWT. Sholawat dan salam semoga terlimpah curahkan terhadap Uswah kita yakni Nabi Muhammad SAW.
Hidup adalah perjuangan, berjuang untuk mencapai cita-cita yang kita rindukan yakni tegaknya dinullah di muka bumi ini, dalam memperjuangakan dinullah ini tidak semudah apa yang kita bayangkan. Karena sudah sunatullah suatu perjungan pasti ada ujiannya, dan ujian inipun berlaku kepada orang-orang yang beriman.
Kita sekilas melihat ujian yang di terima oleh rasulullah, Rasulullah di beri gelar al amin(terpercaya) oleh kaum quraisy, akan tetapi ketika rasulullah di angkat menjadi rasul oleh Allah SWT dan Rasulullah di perintahkan oleh Allah SWT untuk mendakwahi kaumnya supaya mengucapkan ” laa ilaaha illallah, Muhammad rasulullah” kaumnya pun menolak bahkan kaumnya mengejek rasul dengan sebutan majnun, tukang syihir, dll setelah itu rasulullahpun di usir oleh kaumnya sendiri, Itu adalah sebagian kecil ujian yang di alami oleh Rasulullah.
Allah menguji manusia bukan berarti Allah benci kepada manusia sekali lagi tidak, Allah maha Rahman dan Rahim. Allah sangat cinta kepada hamba-hambanya yang beriman, jadi dengan ujian itu Allah SWT akan mengetahui orang-arang yang benar beriman dan orang yang berdusta.
Firman Allah QS. Al Ankabut : 2-3
Artinya”Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?” dan Sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan Sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.”
Rasulullah saw bersabda:
“Sesungguhnya besarnya pahala itu tergantung pada besarnya ujian bala’, dan sesungguhnya Allah Ta’ala apabila mencintai sesuatu kaum, maka kaum itu diuji-Nya lebih dulu. Maka barangsiapa yang rela mendapat ujian itu, baginya keridhaan Allah, dan barangsiapa yang benci, baginya kemurkaan Allah.” (Hadits Riwayat Tirmidzi)
Allah SWT menguji manusia dengan 2 ujian
Ujian yang Menyenangkan, Ujian ini berupa harta, jabatan, wanita, istri, suami, anak dan lain sebagainya.
Ujian yang tidak menyenangkan, ujian ini berupa kemiskinan, sakit, bawahan, kematian dan lain sebagainya
Yang jadi pertanyaan adalah ”apakah kita akan bersyukur ketika kita di beri ujian yang menyenangkan?? Dan apakah kita akan bersabar ketika di berikan ujian yang tidak menyenangakan??.
Firman Allah SWT QS Ibrahim : 7
Artinya “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu, bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih."
Firman Allah SWT QS Hud : 11
Aritnya “kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar.
Wallahua’lam bishowab
Ketika semua memanggil
Saat pohon-pohon tumbang berserakan
Saat manusia merintih kesakitan
Saat tubuh-tubuh kecil berjatuhan bersimbah darah
Disaat jerit tangis mulai terdengar
Disaat ketakutan menyelimuti jiwa
Disaat kubun-kebun mulai tandus
Disaat tabir jihad telah terbuka
Ketika pekikan takbir mengalahkan desingan peluru
Ketika batu pun berbicara
Ketika angin-angin berteriak
Ketika bumi memanggil
Ketika gunung-gunung berseru
Ketika semua makhluk Allah berkata
“ wahai para mujahidin !!!,
Inilah musuh-musuh Allah yang engkau cari-cari,
Mereka bersembunyi di belakngku
Kejarlah mereka!!!dan bunuh mereka !!! ”
Disaat penghianatan mulai terjadi
ketika semakin banyak manusia menjadi korban
Disaat kemenangan dinanti-natikan
Ketika syahid menjadi cita-cita
Ketika siang gersang membakar dada
Ketika malam dingin membekukan hati
Mereka berlari menenteng senjata
Melawan kendaraan berlapis baja
Dimakah kita siang itu????
Dimankah kita malam itu????
Dikala saudara kita tak lagi tidur tenang
By : Alfarisi
Tuesday, November 4, 2008
Jalan Allah

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, Rab semesta alam, yang semuanya ada di genggamannya. Subhanallah, maha suci Allah, Walaahaula walaaquwwata illa billah. Allahumma shollia’laa Muhammad, alladziina yukhrijunnaas minaddzumaati ilannuri. A’mmaa ba’du.
tujuan kita?? Yaitu untuk mencari Mardhotillah.
Namun tanpa kita sadari kita sudah terlampau jauh
dari orbit Allah. Yang maha pengatur, bahkan kita kerap sekali melakukan maksiat, padahal kematian sudah di depan mata. Namun karena di depan mata membuat kita tidak melihatnya, seolah-olah kematian itu masih jauh.
“Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia? dan banyak di antara manusia yang Telah ditetapkan azab atasnya. dan barangsiapa yang dihinakan Allah Maka tidak seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang dia kehendaki.”